Kamis, 07 Maret 2013

Konsep , Perkembangan & Pendekatan Kesehatan Mental



KONSEP MENTAL

Istilah Kesehatan Mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kejiwaan. Kata mental memilki persamaan makna dengan kata Psyhe yang berasal dari bahasa latin yang berarti Psikis atau Jiwa, jadi dapat diambil kesimpulan bahwa mental hygiene berarti mental yang sehat atau kesehatan mental. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial). Kesehatan mental seseorang sangat erat kaitannya dengan tuntutan-tuntutan masyarakat tempat ia hidup, masalah-masalah hidup yang dialami, peran sosial dan pencapaian-pencapaian sosialnya.

Berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental memiliki pengertian kemampuan seseorang untuk dapat menyesuaikan diri sesuai tuntutan kenyataan di sekitarnya. Tuntutan kenyataan yang dimaksud di sini lebih banyak merujuk pada tuntutan yang berasal dari masyarakat yang secara konkret mewujud dalam tuntutan orang-orang yang ada di sekitarnya. M. Jahoda, seorang pelopor gerakan kesehatan mental, memberi definisi kesehatan mental yang rinci. Dalam definisinya, “kesehatan mental adalah kondisi seseorang yang berkaitan dengan penyesuaian diri yang aktif dalam menghadapi dan mengatasi masalah dengan mempertahankan stabilitas diri, juga ketika berhadapan dengan kondisi baru, serta memiliki penilaian nyata baik tentang kehidupan maupun keadaan diri sendiri.” Definisi dari Jahoda mengandung istilah-istilah yang pengertiannya perlu dipahami secara jelas yaitu penyesuaian diri yang aktif, stabilitas diri, penilaian nyata tentang kehidupan dan keadaan diri sendiri.
          Penyesuaiaan diri berhubungan dengan cara-cara yang dipilih individu untuk mengolah rangsangan, ajakan dan dorongan yang datang dari dalam maupun luar  diri. Penyesuaian diri yang dilakukan oleh pribadi yang sehat mental adalah penyesuaian diri yang aktif dalam pengertian bahwa individu berperan aktif dalam pemilihan cara-cara pengolahan rangsang itu. Individu tidak seperti binatang atau tumbuhan hanya reaktif terhadap lingkungan. Dengan kata lain individu memiliki otonomi dalam menanggapi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Kesehatan mental tertentang dari yang baik sampai dengan yang buruk, dan setiap orang akan mengalaminya. tidak sedikit orang, pada waktu-waktu tertentu mengalami masalah-masalah kesehatan mental selama rentang kehidupannya. Fungsi-fungsi jiwa seperti pikiran, perasaan, sikap, pandangan dan keyakinan hidup, harus dapat saling membantu dan bekerjasama satu sama lain sehingga dapat dikatakan adanya keharmonisan yang menjauhkan orang dari perasaan ragu dan terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik).
Karakteristik mental yang sehat :
  • ·         Dapat menyesuaikan diri
  • ·         Terhindar dari gangguan jiwa
  • ·         Memanfaatkan potensi semaksimal mungkin
  • ·         Tercapai kebahagiaan pribadi dan orang lain
Karakteristik mental tidak sehat :
  • ·         Perasaan tidak nyaman
  • ·         Perasaan tidak aman
  • ·         Kurang memiliki rasa percaya diri
  • ·         Kurang memahami diri
  • ·         Kurang mendapat kepuasan dalam berhubungan sosial
  • ·         Ketidakmatangan emosi
  • ·         Kepribadiannya terganggu


RUANG LINGKUP MENTAL HYGIENE

1.      Mental Hygiene dalam Keluarga
Penerapan mental hygiene di lingkungan keluarga amatlalh penting. Apabila hubungan interpersonal antar orangtua-anak kurang harmonis, terjadinya perceraian, atau iklim psikologis di rumah pada umumnya tidak nyaman, seperti: sikap permusuhan, iri hati (cemburu), bertengkar, atau kurang memperhatikan nilai-nilai moral, maka individu (khusunya anak) akan mengalami kegagalan dalam mencapai perkembangan mentalnya secara sehat.

2.      Mental Hygiene di Sekolah
Tidak kalah pentingnya menerapkan mental hygiene di lingkungan sekolah. Gagasan ini didasarkan pada asumsi, bahwa “perkembangan kesehatan mental peserta didik dipengaruhi oleh iklim sosio-emosional di sekolah.” Apabila iklim kurang kondusif, seperti: hubungan antar pimpinan sekolah dengan guru-guru yang mengalami stres, penerapan nilai-nilai moral rendah; dan adanya diskriminasi atau ketidakadilan, maka perkembangan kesehatan mental paserta didik akan mengalami hambatan.

3.      Mental Hygiene di Tempat Kerja
Lingkungan kerja memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia (pejabat, pimpinan, pegawai atau karyawan). Lingkungan kerja tidak hanya menjadi tempat mencari nafkah, ajang persaingan bisnis/ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan hidup dan harga diri, tetapi juga dapat menjadi sumber stres yang memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental bagi semua orang berada dan berinteraksi di tempat itu.

4.      Mental Hygiene dalam Kehidupan Politik
Dalam dunia politik penerapan mental hygiene ini sangatlah penting. Tidak sedikit orang yang bergelut dalam bidang politik (politisi, baik eksekutif maupun legislatif) yang mengidap gangguan mental, seperti: pemalsuan ijazah, money politic, korupsi, berkhianat kepada rakyat (ingkar janji), dan stres yang memunculkan perilaku agresif (menyerang lawan politik, baik secara verbal maupun nonverbal, atau karena gagal menjadi calon legislatif, dia merusak atribut partai).

5.      Mental Hygiene di Bidang Hukum
Seorang hakim perlu memiliki pengetahuan tentang mental hygiene, agar dapat mendeteksi tingkat kesehatan mental terdakwa atau para saksi apda saat proses pengadilan berlangsung. Pemahaman hakim tentang kesehatan mental terdakwa sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan hakim.

6.      Mental Hygiene dalam Kehidupan Beragama
Sebenarnya pendekatan agama dalam penyembuhan gangguan psikologis merupakan bentuk yang paling baik. Telah beberapa abad lamanya, para nabi atau para penyebar agama melakukan therapeutik terutama dalam menyembuhkan penyakit-penyakit rohaniah umatnya

FUNGSI MENTAL HYGIENE

Mental hygiene mempunyai tiga fungsi yaitu sebagai berikut.
  •   Preventif (pencegahan)
Fungsi ini menerapkan prinsip-prinsip yang menjamin mental yang sehat, seperti halnya physical hygiene memelihara fisik yang sehat. Istirahat yang memadai merupakan cara untuk memelihara fisik yang sehat, sementara pemuasan kebutuhan psikologis (seperti memperoleh kasih sayang dan rasa aman) merupakan prinsip yang mendasar dalam memelihara mental yang sehat.
  •       Amelioratif (perbaikan)
Amelioratif merupakan upaya memperbaiki kepribadian dan meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri, sehingga gejala-gejala tingkah laku dan mekanisme pertahanan diri dapat dikendalikan.
  •     Suportif (pengembangan)
Fungsi ini merupakan upaya untuk mengembangkan mental yang sehat atau kepribadian, sehingga seseorang mampu menghndari kesulitan-kesulitan psikologis yang mungkin dialaminya.



PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL


Kecenderungan Perkembangan Kesehatan Mental

A.         GAYA HIDUP MODERN
Modernisasi di samping berdampak positif bagi kehidupan, seperti diperolehnya kemudahan-kemudahan dalam berbagai bidang, namun ternyata telah melahirkan dampak yang kurang menguntungkan, yaitu dengan menggejalanya berbagai problema yang semakin kompleks, baik yang bersifat personal maupun sosial. Manusia modern telah dipeprdaya oleh produk pemikirannya sendiri, karena kirang mampu mengontrol dampak negatifnya, yaitu rusaknya lingkungan yang memporak-porandakan kenyamanan hidupnya.

B.         KESEHATAN MENTAL PADA ANAK DAN REMAJA

1. Masalah Kesehatan Mental
Seperti halnya orang dewasa, anak-anak dan remaja pun dapat mengalami masalah-masalah kesehatan mental yang mempengaruhi cara mereka berpikir, merasa, dan bertindak. Masalah-masalah kesehatan mental dapat menyebabkan kegagalan studi, konflik keluarga, penggunaan obat terlarang, kriminalitas, dan bunuh diri. Di samping itu, masalah kesehatan mental pun dapat membatasi kemampuannya untuk menjadi orang yang produktif. Masalah kesehatan mental yang sering dialami oleh anak-anak dan remaja, diantaranya depresi, rasa cemas, hiperaktif, dan gangguan makan.

2. Gangguan Mental pada Anak dan Remaja

a. Gangguan Perasaan
·         Perasaan sedih dan tak berdaya
·         Sering marah-marah atau bereaksi yang berlebihan terhadap sesuatu
·         Perasaan tak berharga
·         Perasaan takut, cemas atau khawatir yang berlebihan
·         Kurang bisa konsentrasi
·         Merasa bahwa kehidupan ini sangat berat
·         Perasaan pesimis menghadapi masa depan

b. Gangguan Perilaku
·         Mengkonsumsi alkohol atau obat-obat terlarang
·         Suka mengganggu hak-hak orang lain atau melanggar hukum
·         Melakukan sesuatu perbuatan yang dapat mengancam kehidupannya
·         Memiliki obsesi untuk memiliki tubuh yang langsing
·         Menghindar dari persahabatan atau senang hidup menyendiri
·         Sering melamun
·         Sering melakukan kenakalan di sekolah.

3. Penyebab Gangguan Mental pada Anak dan Remaja
a. Faktor biologis, seperti: genetika, ketidakseimbangan kimiawi dalam tubuh, menderita penyakit kronis, dan kerusakan sistem syaraf pusat.
b. Faktor psikologis, seperti: frustasi, konflik, terlalu pesimis menghadapi masa depan, kurang mendapat pengakuan dari kelompok, dan tidak mendapat kasih sayang dari orangtua.
c. Faktor lingkungan, seperti: merebaknya tayangan film di televisi yang bertema kejahatan dan pornoaksi, merebaknya perdagangan minuman keras dan naza, penjualan alat-alat kontrasepsi yang tidak terkontrol, penjualan VCD atau majalah porno, dll.

Pengembangan Kesehatan Mental

A.PENGEMBANGAN KESEHATAN MENTAL DALAM KELUARGA
Tak seorang pun meragukan besarnya pengaruh keluarga (orangtua) terhadap perkembangan kepribadian anak. Orangtua dengan sungguh-sungguh penuh kasih sayang memberi pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, nilai-nilai agama maupun sosial budaya yang merupakan faktor penting untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat.
Dapat dikemukakan bahwa secara sosiopsikologis, fungsi keluarga adalah:
1. Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainnya.
2. Sumber pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis.
3. Sumber kasih sayang dan penerimaan.
4. Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat yang baik.
5. Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat.
6. Pembantu anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan.
7. Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan, motorik, verbal, dan sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri.
8. Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi, baik di sekolah maupun di masyarakat.
9. Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi.
10. Sumber persahabatan anak, sampai cukup usia untuk mendapatkan teman di luar rumah, atau apabila persahabatan di luar rumah tidak memungkinkan.
Pengaruh keluarga terhadap perkembangan kepribadian atau kesehatan mental anak (remaja), yaitu menyangkut keberfungsian dan perlakuan keluarga.
  •   Keberfungsian keluarga
Seiring dengan perjalanan hidupnya, yang diwarnai oleh faktor internal dan faktor eksternal, maka masing-masing keluarga mengalami perubahan yang beragam. Ada keluarga yang semakin kokoh dalam menerapkan fungsinya namun ada juga keluarga yang mengalami ketidakharmonisan.
  •   Hubungan orangtua-anak
Weiten dan Lioyd (1994: 361) mengemukakan lima prinsip effective parenting, yaitu sebagai berikut.
a. Menyusun standar yang tinggi, namun dapat dipahami. Dalam hal ini anak diaharapkan untuk berperilaku dengan cara yang sesuai dengan usianya.
b. Menaruh perhatian terhadap perilaku anak yang baik dan memberikan reward. Perlakuan ini perlu dilakukan sebagai pengganti dari kebiasaan orangtua pada umumnya, yaitu bahwa mereka suka menaruh perhatian kepada anak pada saat anak berperilaku menyimpang, namun membiarkannya ketika melakukan yang baik.
c. Menjelaskan alasannya, ketika meminta anak untuk mengerjakan sesuatu.
d. Mendorong anak untuk menelaah dampak perilakunya terhadap orang lain.
e. Menegakkan aturan secara konsisten.

B.PENGEMBANGAN KESEHATAN MENTAL DI SEKOLAH
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematik melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan pelatihan untuk membantu siswa mengembangkan potensinya, baik menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial.

C.PENGEMBANGAN KESEHATAN MENTAL DI MASYARAKAT
Pengembangan kesehatan mental di masyarakat amatlah penting, karena perkembangan kesehatan mental seseoarang dipengaruhi oleh suasana kehidupan masyarakat dimana ia tinggal.



PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL

A.      Pendekatan Orientasi Klasik

Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental. Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas. Orang-orang seperti itu tidak merasa ada keluhan dengan dirinya meski hilang kesadaran dan tak mampu mengurus dirinya secara layak. Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata ‘sehat’. Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
Kesehatan Mental : terhindarnya individu dari gejala gangguan jiwa(neurosis) dan gejala penyakit jiwa( psikosis), berupa simptom-simptom negatif yang menimbulkan rasa tidak sehat,dan bisa mengganggu efisiensi yang biasanya tidak bisa dikuasai individu.

Kelemahan dari Orientasi ini adalah :
- Simptom-simptom bisa terdapat juga pada individu normal
- Rasa tidak nyaman dan konflik bisa membuat individu berkembang dan memperbaiki diri.
- Sehat atau sakit tidak bisa didasarkan pada ada atau tidaknya keluhan.


B.      Pendekatan Orientasi Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri (Menninger,1947) : perubahan dalam diri yang diperlukan untuk mengadakan hubungan yang memuaskan dengan orang lain/lingkungan.
Individu bermasalah : apabila tidak mampu menyesuaikan diri terhadap tuntutan dari luar dirinya, dengan kondisi baru serta dalam mengisi peran yang baru.
Normal dalam Orientasi ini :
a) Normal secara statistik; yaitu apa adanya.
b) Normal secara normatif : individu bertingkah laku sesuai budaya setempat.
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau sakit mental bukan sesuatu yang absolut. Berkaitan dengan relativitas batasan sehat mental, ada gejala lain yang juga perlu dipertimbangkan. Kita sering melihat seseorang yang menampilkan perilaku yang diterima oleh lingkungan pada satu waktu dan menampilkan perilaku yang bertentangan dengan norma lingkungan di waktu lain. Misalnya ia melakukan agresi yang berakibat kerugian fisik pada orang lain pada saat suasana hatinya tidak enak tetapi sangat dermawan pada saat suasana hatinya sedang enak. Dapat dikatakan bahwa orang itu sehat mental pada waktu tertentu dan tidak sehat mental pada waktu lain. Lalu secara keseluruhan bagaimana kita menilainya? Sehatkah mentalnya? Atau sakit? Orang itu tidak dapat dinilai sebagai sehat mental dan tidak sehat mental sekaligus.
Dengan contoh di atas dapat kita pahami bahwa tidak ada garis yang tegas dan universal yang membedakan orang sehat mental dari orang sakit mental. Oleh karenanya kita tidak dapat begitu saja memberikan cap ‘sehat mental’ atau ‘tidak sehat mental’ pada seseorang. Sehat atau sakit mental bukan dua hal yang secara tegas terpisah. Sehat atau tidak sehat mental berada dalam satu garis dengan derajat yang berbeda. Artinya kita hanya dapat menentukan derajat sehat atau tidaknya seseorang. Dengan kata lain kita hanya bicara soal ‘kesehatan mental’ jika kita berangkat dari pandangan bahwa pada umumnya manusia adalah makhluk sehat mental, atau ‘ketidak-sehatan mental’ jika kita memandang pada umumnya manusia adalah makhluk tidak sehat mental. Berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental perlu dipahami sebagai kondisi kepribadian seseorang secara keseluruhan. Penentuan derajat kesehatan mental seseorang bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang dalam lingkungannya.

C. Pendekatan Orientasi Pengembangan Potensi
Kesehatan mental : pengetahuan dan perbuatan yang tujuannya untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada semaksimal mungkin sehingga membawa pada kebahagian diri dan orang lain serta terhindar dari gangguan penyakit jiwa . Tokohnya : Allport , Maslow , Roger Fromm


Kriteria mental sehat dalam orientasi ini :
1. Punya pedoman normatif pribadi ( bisa memilih apa yang baik dan menolak yang buruk)
2. Menunjukan otonomi independen , mawas diri dalam mencari nilai-nilai pedoman.
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat  kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Dalam psiko-terapi (Perawatan Jiwa) ternyata yang menjadi pengendali utama dalam setiap tindakan dan perbuatan seseorang bukanlah akal pikiran semata-mata, akan tetapi yang lebih penting dan kadang-kadang sangat menentukan adalah perasaan. Telah terbukti bahwa tidak selamanya perasaan tunduk kepada pikiran, bahkan sering terjadi sebaliknya, pikiran tunduk kepada perasaan. Dapat dikatakan bahwa keharmonisan antara pikiran dan perasaanlah yang membuat tindakan seseorang tampak matang dan wajar.
Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan Hygiene mental atau kesehatan mental adalah mencegah timbulnya gangguan mental dan gangguan emosi, mengurangi atau menyembuhkan penyakit jiwa serta memajukan jiwa. Menjaga hubungan sosial akan dapat mewujudkan tercapainya tujuan masyarakat membawa kepada tercapainya tujuan-tujuan perseorangan sekaligus. Kita tidak dapat menganggap bahwa kesehatan mental hanyasekedar usaha untuk mencapai kebahagiaan masyarakat, karena kebahagiaan masyarakat itu tidak akan menimbulkan kebahagiaan dan kemampuan individu secara otomatis, kecuali jika kita masukkan dalam pertimbangan kita, kurang bahagia dan kurang menyentuh aspek individu, dengan sendirinya akan mengurangi kebahagiaan dan kemampuan sosial.


SUMBER :



Minggu, 18 November 2012

Final Softskill Psikologi & Teknologi Internet


PUBLIKASI ONLINE
publikasi online dapat mencegah terjadinya pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual, khususnya jenis hak cipta. Berbagai teknologi dan strategi juga bisa digunakan untuk mencegah dan memberikan punishment bagi pelaku pelanggaran, terutama community punishment.

ETIKA DALAM PENELITIAN DENGAN BANTUAN INTERNET
Etika dijadikan ukuran kepatutan tentang boleh atau tidaknya, baik atau buruknya sebuah aspek-aspek tertentu dalam kegiatan penelitian. Hal ini diperlukan karena bagaimanapun juga esensi penelitian adalah untuk mencari kebenaran dari sebuah gejala yang muncul. Kebenaran yang dihasilkan dalam sebuah penelitian adalah kebenaran empirik dan kebenaran logis. Kebenaran empirik yaitu apabila konsisten dengan alam, dalam bentuk menerima atau menolak hipotesis atau prediksi. Sedangkan kebenaran logis yaitu apabila hipotesis atau prediksi konsisten atau sesuai secara logis dengan hipotesis atau prediksi terdahulu yang sudah dinyatakan benar. Untuk itu, dalam rangka melahirkan sebuah kebenaran empirik dan logis sebagai hasil penelitian yang sitematis dan logis pula maka dibutuhkan etika sebagai piranti sekaligus rambu bagi peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian. Berikut etika penelitian yang dimaksud :

  1. Penelitian sebagai Pencarian Ilmiah yang berpola
Tujuan akhir dari suatu penelitian adalah mengembangkan dan menguji teori. Oleh karena itu, penelitian harus dilandaskan pada teori-teori yang relevan dengan masalah penelitan yang diangkat. Pencarian ilmiah (scintific inquiry) adalah suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan dengan menggunakan metode-metode yang diorganisasikan secara sistematis, dalam mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Pengertian ilmiah berbeda dengan ilmu. Ilmu merupakan struktur atau batang tubuh pengetahuan yang telah tersusun, sedang ilmiah adalah cara mengembangkan pengetahuan. Pencarian berpola (disiplined inquiry), merupakan suatu prosedur pencarian dan pelaporan dengan menggunakan cara-cara dan sistemtika tertentu, disertai penjelasan dan alasan yang kuat. Pencarian berpola bukan merupakan suatu pencarian yang bersifat sempit dan mekanistis, tetapi mengikuti prosedur formal yang telah standar. Prosedur pencarian ini pada tahap awalnya bersifat spekulatif, mencoba menggabungkan de-ide dan metode-metode, kemudian menuangkan ide-ide dan metode tersebut dalam suatu prosedur yang baku. Laporan dari pencarian berpola berisi perpaduan antara argumen-argumen yang didukung oleh data dengan proses nalar, yang disusun dan dipadatkan menghasilkan kesimpulan berbobot.
  1. Objektivitas
Penelitian harus memiliki objektiviatas (objektivity) baik dalam karakteristik maupun prosedurnya. Objektivitas dicapai melalui keterbukaan, terhindar dari bias dan subjektivitas. Dalam prosedurnya, penelitian menggunakan tekhnik pengumpulan dan analisis data yang memungkinkan dibuat interpretasi yang dapat dipertanggung jawabkan. Objetivitas juga menunjukkan kualitas data yang dihasilkan dari prosedur yang digunakan yang dikontrol dari bias dan subjektivitas.
  1. Ketepatan
Penelitian juga harus memiliki tingkat ketepatan (precision), secara tekhnis instrumen pengumpulan datanya harus memimiliki validitas dan reliabilitas yang memadai, desain penelitian, pengambilan sampel dan tekhnik analisis datanya tepat. Dalam penelitian kuantitatif, hasilnya dapat dilang dan diperluas, dalam penelitian kualitatif memiliki sifat reflektif dan tingkat komparasi yang konstan.
  1. Verifikasi
Penelitian dapat diverifikasi, dalam arti dapat dikonfirmasikan, direvisi dan diulang dengn cara yang sama atau berbeda. Verifikasi dalam penelitian kualitatif berbeda dengan kuantitatif. Penelitian kualitatif memberikan interpretasi deskriptif, verifikasi berupa perluasan, pengembangan tetapi bukan pengulangan.

  1. Empiris
Penelitian ditandai oleh sikap dan dan pendekatan empiris yang kuat. Secara umum empiris berarti berdasarkan pengalaman praktis. Dalam penelitian empiris kesimpulan didasarkan atas kenyataan-kenyataan yang diperoleh dengan menggunakan metode penelitian yang sistematik, bukan berdasarkan pendapat atau kekuasaan. Sikap empiris umumnya menuntut penghilangan pengalaman dan sikap pribadi. Kritis dalam penelitian berarti membuat interpretasi berdasarkan kenyataan dan nalar yang didasarkan atas kenyataan-kenyataan (evidensi). Evidensi adalah data yang diperoleh dari penelitian, berdasarkan hasil analisis data tersebut interpretasi dibuat.

  1. Penjelasan Ringkas
Penelitian mencoba memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena dan menyederhanakannya menjadi penjelasan yang ringkas. Tujuan akhir dari sebuah penelitian adalah mereduksi realita yang kompleks kedalam penjelasan yang singkat. Dalam penelitian kuantitatif penjelasan singkat tersebut berbentuk generalisasi, tetapi dalam penelitian kualitatif berbentuk deskriptif tentang hal-hal yang esensial atau pokok.

  1. Penalaran Logis
Semua kegiatan penelitian menuntut penalaran logis. Penalaran merupakan proses berpikir, menggunakan prinsip-prinsip logika deduktif atau induktif. Penalaran deduktif, penarikan kesimpulan dari umum ke khusus. Dalam penalaran deduktif, bila premisnya benar maka kesimpulannya otomatis benar. Logika deduktif dapat mengidenfikasi hubungan—hubungan baru dalam pengetahuan yang ada. Dalam penalaran induktif. Peneliti menarik kesimpulan berdasarkan hasil sejumlah pengamatan kasus-kasus (individual, situasi, peristiwa), kemudian peneliti membuat kesimpulan yang bersifat umum.

  1. Kesimpulan Kondisional
Kesimpulan hasil penelitian tidak bersifat absolut. Penelitian perilaku dan juga ilmu kealaman, tidak menghasilkan kepastian, sekalipun kepastian relatif. Semua yang dihasilkan adalah pengetahuan probabilistik. Penelitian boleh dikatakan hanya mereduksi ketidaktentuan. Oleh karena demikian, baik kesimpulan kualitatif maupun kuantitatif, bersifat kondisional. Para peneliti seringkali menekankan/menuliskan bahwa hasil penelitiannya “cenderung menunjukkan atau memberikan kecenderungan”.
Dalam penelitian juga terdapat etika tentang publikasi , peneliti harus menghindari tentang mempublikasi penelitian yang sama berulang-ulang kali ke media (jurnal, seminar)  yang berbeda. Selain itu juga dilarang untuk memplagiat penelitian milik orang lain penyebab terjadinya plagiat dikarenakan adanya tekanan formal maupun informal pada peneliti untuk melakukan publikasi atau bisa juga karna terbatasnya pengetahuan .

PENELITIAN PSIKOLOGI BERTEMAKAN INTERNET

Anak dan Internet
Tahukah anda seberapa lama anak anda menghabiskan waktu untuk internet-an? Penelitian baru mengisyaratkan kebanyakan orang tua jelas-jelas meremehkan jumlah waktu yang digunakan anak-anaknya untuk online.
Menurut Center for Media Research (Pusat Penelitian Media), kebanyakan orang tua di Amerika Serikat memperkirakan bahwa anak-anak mereka menghabiskan waktu sekitar dua jam sebulan untuk internet-an. Pada kenyataannya, anak-anak dan remaja menghabiskan lebih dari 20 jam sebulan untuk menjelajah Web. Selain itu, sekitar 41 persen dari para remaja di AS mengklaim orang tua mereka tidak punya ide apapun yang mesti dilihat di internet. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan online yang paling terkenal adalah kencan online (23 persen), mengunjungi situs jejaring sosial (50 persen), dan bermain games (72 persen).
Norton Online Living Report menyatakan bahwa 76 persen para remaja AS yang berusia antara 13-17 tahun “senantiasa” atau “seringkali” mengunjungi situs-situs jejaring sosial. Ketika digunakan dengan baik, situs-situs jejaring sosial menyediakan bidang online yang besar dimana anak-anak dan remaja dapat berinteraksi dengan teman-teman dan anggota keluaga mereka. Akan tetapi, situs-situs ini sering menciptakan berbagai ilusi tentang menjadi tempat persinggahan yang aman bagi pertukaran informasi pribadi dan berbagai cerita dengan orang-orang yang belum dikenal. Menurut Norton Online Living Report, 4 dari 10 remaja, yang berusia 13-17 tahun, telah menerima suatu permintaan online tentang informasi pribadi. Selain itu, 16 persen dari anak-anak di AS telah didekati secara online oleh orang yang tidak dikenal. Kehidupan orang dewasa di AS umumnya meremehkan angka ini; kebanyakan hanya meyakini 6 persen dari anak-anak yang pernah didekati oleh orang tak dikenal.
Apa arti angka-angka ini bagi kita? Para orang tua perlu lebih memastikan bahwa anak-anak atau remaja mereka aman ber-internet. Rata-rata, menurut Norton Online Living Report, hanya sepertiga dari para orang tua di seluruh dunia yang menetapkan kontrol orang tua atau memantau penggunaan internet anak-anak mereka. Apa yang banyak orang tidak sadari adalah bahwa komunikasi dengan orang lain secara online tersedia dimana-mana. Bahkan game online dipadukan dengan pesan singkat (instant messaging) dan chat (obrolan online) – begitu cepat sehingga kebanyakan orang tua tidak menyadari anak-anak mereka sedang berinteraksi dengan semua orang yang tidak dikenal. Pendukung keamanan internet dari Symantec, sebuah perusahaan internet security, meyakini para orang tua tidak tahu menahu tentang apa yang dilakukan anak-anak mereka secara online, dan bahwa ada pembagi digital yang jelas antara para orang tua dan ‘kecerdasan dunia maya’ anak-anak mereka. Untuk membantu memastikan bahwa anak-anak masih aman saat menjelajah internet, pastikan mereka mengikuti aturan-aturan berikut :
* Jaga kerahasiaan informasi pribadi
* Tolak permintaan pertemanan dari orang yang belum mereka kenal
* Waspadai orang yang tak dikenal yang ingin bertemu secara pribadi
* Laporkan perilaku apapun yang mencurigakan ke anda, ke website, dan polisi, bila perlu.

Komputer merupakan bagian dari kehidupan bagi kebanyakan anak-anak sekarang ini. Internet dapat menjadi tempat yang mendidik dan informatif, tapi ia juga dapat menimbulkan resiko dan mengancam keamanan anak-anak jika digunakan secara tidak benar. Adalah penting bagi para orang tua untuk menjadi terbiasa dengan internet guna menetapkan peraturan dan memantau penggunakan komputer anak-anak mereka. Biaya internet yang semakin murah didukung beberapa terobosan yang dilakukan oleh pemerintah telah membuat internet semakin populer di setiap keluarga Indonesia.Tidak ada yang memungkiriHumbleisthepolice.org Internet telah menjadi sumber informasi bagi seluruh anggota keluarga. Di perkirakan dalam beberapa tahun kedepan pengguna Internet di Indonesia akan menembus angka 50 Juta Pengguna.
Banyaknya pilihan provider internet membuat koneksi internet menjelajah jauh masuk ke dalam banyak rumah keluarga Indonesia yang alhasil mempermudah pengenalan internet pada anak. Akses informasi yang kaya tersebut harus disadari bagaikan pedang bermata dua, Internet merupakan sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak, namun di satu sisi dapat juga menjadi akses bagi anak untuk mengetahui informasi yang tidak sesuai dengan umur mereka. Belum lagi kemungkinan anak untuk berinteraksi dengan orang asing yang tidak Ia kenal yang dapat membahayakan anak kita.

Kemungkinan-kemungkinan anak anda berada dalam bahaya penggunaan Internet :
* Anak anda mengabiskan waktu yang lama untuk online terutama di malam   hari
* Anda menemukan materi Pornography di komputer anak anda
* Anak anda sering melakukan / menerima panggilan telephone dari orang   yang tidak anda kenal dan sering diantaranya merupakan panggilan   jarak jauh
* Anak anda menerima hadiah, surat dari orang yang tidak anda kenal
* Dengan cepat anak anda mematikan monitor atau mengganti layar pada   saat anda mendekat.
* Menarik diri dari Keluarga
* Menggunakan account online yang bukan miliknya.

Apa yang harus anda lakukan untuk meminimalisir anak resiko anak anda akan bahaya di Internet :
* Komunikasikan secara terbuka akan bahaya yand terdapat di internet   termasuk eksploitasi seks.
* Sempatkan waktu bersama anak anda untuk mengetahui tempat-tempat   favorite mereka di Internet
* Tempatkan komputer di tempat terbuka dimana seluruh anggota keluarga   dapat mengakses dan melihatnya, jangan di kamar anak. Penyalahgunaan   internet terutama yang bebau pornograpy dan pelecehan sexual terhadap   anak akan sulit dilakukan jika ada anggota keluarga secara tidak   langsung turut mengawasi akses internet anak.
* Selalu kendalikan akses account online anak anda dan cek secara acak   email mereka.Informasikan pada anak akan hal ini dimuka secara   terbuka dan utarakan alasan kenapa anda melakukannya.
* Arahkan agar anak anda bertanggung jawab atas akses online mereka,   banyak hal-hal menarik selain chatting rooms.
* Usahakan agar anda juga memiliki pengetahuan akan fasilitas keamanan   dari komputer-komputer online yang sering diakses anak anda selain   dirumah.
* Mengertilah, meskipun anak anda memang berkenan untuk mengakses   ataupun terlibat akan hal-hal yang berbau pornography mereka   sebenarnya adalah seorang korban.
* Perintahkan anak anda untuk:
1. Jangan pernah bertemu tatap muka dengan orang yang mereka temui      secara online
2. Jangan pernah untuk memberikan photo mereka kepada orang yang      secara personal tidak mereka kenal atau pada forum layanan online.
3. Jangan pernah untuk memberikan data pribadi seperti alamat rumah,      sekolah, nomor telephone.
4. Mengunduh gambar / file dari sumber yang tidak diketahui karena      kemungkinan ada hal-hal yang berbau pornography.
5. Untuk tidak meresponse forum, posting yang bersifat menyerang,      menghina, dan sifat negatif lainnya.
6. Membuat anak anda mengerti bahwa apa yang ia dapat secara on-line      belum tentu kebenarannya.
Bahaya ada dimana saja dilingkungan sekitar anak kita. Dengan mendidik anak kita dan memberikan pengertian akan bahaya diinternet, mudah-mudahan kita dapat memastikan internet sebagai sebuah sumber informasi yang sangat kaya dan berguna bagi perkembangan mereka.

FENOMENA YANG BERKAITAN DENGAN PSIKOLOGI
Game                     : Karate Blazers
Cara permainan      : Kita harus melawan musuh kita dengan cara mengetik huruf “X” pada keyboard untuk menendang dan “C” untuk melompat.
Manfaat positif     : Membantu untuk tahu bagaimana cara untuk bela diri.
Manfaat negative   : Membuat seseorang suka untuk berkelahi.



SUMBER :

Selasa, 30 Oktober 2012

Computer Repported Cooperative Work


CSCW merupakan kerangka kerja dalam sebuah aplikasi yang di dalamnya dipengaruhi oleh kerangka kerja dalam sebuah aplikasi yang di dalamnya dipengaruhi oleh kelompok dan situasi social yang ditempati sistem tersebut.  CSCW mengangkat isu adanya pengaruh secara social dari adanya interaksi pengguna yang berkolaborasi dan berorganisasi, sehingga CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna.
Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka . Pada kesempatan yang sama pada tahun 1987, Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep collaborative learning-work.CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul baik secara psikologi maupun sosial.
CSCW memiliki tujuan yaitu :
• Mempelajari bagaimanaorangbekerja sama sebagaikelompok dan apa yang mempengaruhiteknologi
• Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan
Contoh yang digunakan pada CSCW adalah
v  Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek
v  Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
v  Programmer suatu sistem secara bersamaan
v  Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi
v  Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay

SUMBER :





Kamis, 25 Oktober 2012

Manfaat positif dan negatif penggunaan internet


Manfaat positif internet sangat beraneka ragam , contohnya kita bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui chatting , email dan berbagai jejaring sosial lainnya . Selain itu manfaat internet lainnya ialah kita bisa mendapat informasi apa saja melalui aplikasi google , manfaat lainnya lagi kita bisa bertukar data , menyimpan file , menyalurkan ide kreatif melalui blog , sarana hiburan & permainan dan masih banyak lagi manfaat positif lainnya. Disamping manfaat positif penggunaan internet , ada pula dampak negative penggunaan internet yaitu sudah banyak orang yang menyalahgunakan kemajuan teknologi internet misalnya saja melihat situs pornografi , melakukan penipuan , perjudian dan masih banyak lagi dampak negative penggunaan internet  yang jika kita melanggarnya akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Jadi kita harus mamanfaatkan internet secara positif dan jangan menggunakannya untuk hal-hal yang berbau negatif atau melenceng dari aturan yang berlaku di Indonesia.


SUMBER :
·          Diri sendiri

Jumat, 19 Oktober 2012

Komunitas Online , Polarisasi Kelompok & kKelompok Kerja Virtual



Komunitas Online

Komunitas online merupakan komunitas yang mempunyai keunikan tersendiri. Dibilang unik karena para anggota didalam sebuah komunitas online bisa secara bersama-sama melakukan suatu aksi tanpa harus berkumpul di satu tempat. Komunitas online merupakan komunitas yang mempunyai keunikan tersendiri. Dibilang unik karena para anggota didalam sebuah komunitas online bisa secara bersama-sama melakukan suatu aksi tanpa harus berkumpul di satu tempat. Komunitas online juga dapat membentuk suatu aksi sosial ditengah masyarakat. Aksi-aksi sosial yang dilakukan komunitas online ini pada umumnya merupakan kegiatan positif yang nyata dengan tujuan membuat suatu perubahan yang lebih baik didalam masyarakat. Jadi Komunitas online merupakan sebuah bentuk peradaban baru di kehidupan manusia. Komunitas online yang menggunakan sosial media sebagai alatnya, secara perlahan membuat revolusi didalam kehidupan masyarakat,menjadi penggerak sebuah perubahan dalam berbagai bidang,baik dibidang sosial,politik,ataupun ekonomi.

Polarisasi Kelompok

Polarisasi Kelompok adalah intensifikasi dari suatu pre-existing awal kelompok pilihan . Efek polarisasi menyinggung pada rata-rata score individu sebelum dan setelah diskusi kelompok. Anggota kelompok paling ekstrim, mungkin sekali , sudah menjadi lebih moderat setelah diskusi itu. Tetapi pada rata-rata pertimbangan atau pilihan sudah menjadi yang lebih ekstrim. Efek polarisasi adalah juga terbatas pada isu secara relatif penting. Jika isu kelompok cukup tak penting depolarisasi dapat terjadi: setelah diskusi kelompok posisi rerata adalah lebih sedikit ekstrim dibanding sebelumnya.




Kelompok Kerja Virtual

Sekumpulan orang yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. Kelompok tersebut bisa melakukan berbagai hal: membuat produk, memberikan jasa, menegosiasikan berbagai perjanjian, mengoordinasi proyek-proyek, memberikan nasihat, dan membuat keputusan. Jado kelompok kerja virtual adalah tim yang menggunakan teknologi komputer untuk menyatukan anggota-anggota yang terpisah secara fisik guna mencapai tujuan bersama .


SUMBER :

Jumat, 12 Oktober 2012

Artikel Internet Adiction



INTERNET ADICTION

Saat ini, Kecanduan Internet bukan merupakan gangguan resmi, dan banyak profesional kesehatan mental tidak yakin apakah itu pernah harus dianggap sebagai gangguan yang nyata. Namun demikian, penggunaan internet kompulsif adalah masalah serius bagi banyak orang, dan ada metode yang dapat membantu dalam mengurangi masalah ini.
Dalam sebuah studi terobosan, peneliti menggunakan scanner MRI untuk mengungkapkan kelainan pada otak remaja yang menghabiskan berjam-jam di internet, sehingga merugikan kehidupan sosial dan pribadi. Temuan ini bisa melempar cahaya pada masalah perilaku lainnya dan mengarah pada pengembangan pendekatan baru untuk pengobatan, kata para peneliti.

Sebuah diperkirakan 5 sampai 10 persen dari pengguna internet diperkirakan akan kecanduan - yang berarti mereka tidak dapat mengontrol penggunaannya. Mayoritas adalah permainan pemain yang menjadi begitu terserap dalam kegiatan mereka pergi tanpa makanan atau minuman untuk waktu yang lama dan pendidikan mereka, pekerjaan dan hubungan menderita.

Henrietta Bowden Jones, konsultan psikiater di Imperial College, London, yang menjalankan klinik hanya Inggris NHS untuk pecandu internet dan penjudi masalah, mengatakan: "Sebagian besar orang yang kita lihat dengan kecanduan internet serius gamer - orang yang menghabiskan waktu berjam-jam dalam peran di berbagai permainan yang menyebabkan mereka mengabaikan kewajiban mereka. Saya telah melihat orang-orang yang berhenti kuliah mengikuti perkuliahan di universitas, gagal derajat atau pernikahan mereka rusak karena mereka tidak mampu secara emosional terhubung dengan apa pun di luar pertandingan. "

Meskipun sebagian besar penduduk menghabiskan lagi online, itu bukan bukti kecanduan, katanya. "Hal ini berbeda Kami melakukan itu karena kehidupan modern mengharuskan kita untuk menghubungkan melewati net dalam hal pekerjaan, hubungan profesional dan sosial -.. Tapi tidak dalam cara yang obsesif Ketika seseorang datang kepada Anda dan mengatakan mereka tidak tidur semalam karena mereka menghabiskan 14 jam bermain game, dan itu adalah sama malam sebelumnya, dan mereka mencoba untuk berhenti tetapi mereka tidak bisa -. Anda tahu mereka memiliki masalah Itu cenderung menjadi game yang menarik orang keluar ".

Para peneliti di Cina memindai otak dari 17 remaja didiagnosis dengan "gangguan kecanduan internet" yang telah dirujuk ke Pusat Kesehatan Mental Shanghai, dan membandingkan hasilnya dengan scan dari 16 dari rekan-rekan mereka.

Hasil menunjukkan penurunan dari serat materi putih di otak yang menghubungkan daerah yang terlibat dalam pengolahan emosi, perhatian, pengambilan keputusan dan kontrol kognitif. Perubahan serupa pada materi putih telah diamati dalam bentuk lain dari kecanduan zat seperti alkohol dan kokain.

"Temuan menunjukkan bahwa integritas materi putih dapat berfungsi sebagai target pengobatan baru yang potensial dalam gangguan kecanduan internet," kata mereka dalam jurnal online Public Library of Science One. Para penulis mengakui bahwa mereka tidak dapat mengatakan apakah perubahan otak adalah penyebab atau akibat dari kecanduan internet. Bisa jadi bahwa orang-orang muda dengan perubahan otak yang diamati lebih rentan untuk menjadi kecanduan.

Profesor Michael Farrell, Direktur Obat Nasional dan Pusat Alkohol Penelitian, Universitas New South Wales, Australia, mengatakan: "Keterbatasan [penelitian ini] adalah bahwa hal itu tidak terkontrol, dan itu mungkin bahwa obat-obatan terlarang, alkohol atau kafein lainnya berbasis stimulan mungkin menjelaskan perubahan Kekhasan 'gangguan kecanduan internet' juga dipertanyakan.. "


SUMBER :



Senin, 01 Oktober 2012

Artikel Pendekatan Psikologis

Pendekatan psikologis untuk :
A.  Mengapa manusia membutuhkan internet / tidak membutuhkan  internet ?
Internet mempunyai berbagai fasilitas untuk mendapatkan informasi yang anda inginkan dengan cepat dan mudah. Manusia membutuhkan internet karena dengan adanya fasilitas internet kita dapat berhubungan dengan orang lain di tempat yang berbeda dengan cepat dan mudah , misalnya saja e-mail , e-mail digunakan oleh orang-orang untuk berkomunikasi atau berhubungan langsung dengan orang lain . Dengan menggunakan e-mail anda dapat mengirim atau menerima pesan dari segala penjuru dunia. Contoh fasilitas lain yang ada di internet adalah word wide web (www) dari fasilitas ini anda dapat mengakses berbagai informasi melalui web baik berupa teks , gambar , suara , film dan lain-lain. Jadi secara gari besar manusia membutuhkan internet untuk dapat mengetahui informasi tentang berita – berita terkini dan agar dapat berhubungan dengan orang lain yang ada di segala penjuru dunia tetapi ada juga yang berpendapat manusia tidak membutuhkan internet alasanya mungkin karna saat ini sudah banyak media cetak dan elektronik seperti televisi sehingga manusia untuk mendapatkan informasi / berita terkini dapat melalui televisi atau membaca koran , lagi pula saat ini beberapa orang bahkan anak-anak yang menyalahgunakan adanya internet  yaitu untuk melihat situs-situs porno sehingga kebanyakan orang lebih memilih untuk tidak menggunakan internet.

B.   Dampak positif dan negative
         Dampak positif :
·         Dapat  berkomunikasi dengan orang lain dari segala penjuru dunia
·         Mendapat banyak informasi melalui berbagai fasilitas internet
·         Dapat membuat usaha online
·         Dapat mangakses penjualan berbagai macam barang
·         Dapat mempromosikan usaha anda
·         Sebagai media untuk pencarian tenaga kerja
Dampak negative :
·         Disalahgunakan oleh beberapa orang untuk mengakses pornografi
·         Dapat kecanduan game online
·     Fasilitas internet juga digunakan oleh beberapa orang untuk mancaci maki orang lain
·     Manusia akan lupa waktu karna kecanduan untuk memainkan berbagai aplikasi internet


SUMBER :
·                           Purnomo , Andi.2010.Teknologi Informasi dan Komunikasi 2.Jakarta:Yudhistira.